SEKILAS INFO
24-05-2018
  • 7 bulan yang lalu / PSB tahun ajaran 2018/2019 mulai 05 Oktober 2017
  • 7 bulan yang lalu / Pendaftaran Siswa Baru SMP Islam Annaba dan SMA Islam Annaba (Boarding School)
7
Okt 2016
0
Cobaan untuk orang beriman

Ringkasan Kajian Rutin Jumat Sore

Bersama ust. Anfalullah, Lc.

Cobaan (ibtila’) itu terdiri dari 2 yaitu bisyarri (keburukan) dan bikhair (kebaikan), jalan menuju surga itu dipenuhi onak duri sementara jalan menuju neraka dipenuhi dengan syahwat dan kesenangan, keduanya merupakan ujian bagi orang beriman

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiyaa: 35)

Apabila ujian atau cobaan itu berupa keburukan atau musibah, tujuannya adalah untuk menguji apakah ia sabar dan tawakal dalam menerima ujian tersebut. Dan apabila ujian itu berupa kebaikan, maka tujuannya untuk menguji sikap mental manusia, apakah ia bersyukur atas segala nikmat dan rahmat yang dilimpahkan Allah Subhanahu Wata’ala kepadanya.

Hikmah dari ujian:

  1. Bisa menghapus dosa-dosa kita (tidak akan diangkat bala kecuali dengan bertaubat) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim).
  2. Merealisasikan keimanan kita baik ketika senang ataupun sedih
  3. Menghancurkan orang-orang kafir.
  4. Agar kita kembali kepada Allah dengan bertaubat dan bersyukur.

وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ

Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. (QS. Ali-Imran: 141)

Cobaan dan ujian menimpa semua orang mukmin. Tak terkecuali nabi Muhammad Salallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya, juga nabi-nabi sebelum beliau. Itulah sunnatullah terkait manusia beriman, yaitu semuanya akan mengalami ujian.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian orang2 yang shalih, kemudian disusul oleh orang2 yang mulia, lalu oleh orang2 yang mulia berikutnya. Seseorang diuji sesuai dengan kadar pengamalan agamanya. Bila dalam mengamalkan agamanya ia begitu kuat, maka semakin kuat pula cobaannya.” (HR.Imam At-Tirmidzi No.3298 – HR. Imam Ahmad I/172).

Kekuatan yang hebat ini tidak akan terwujud kecuali dalam pribadi yang mengekang syahwat dan hawa nafsu, tegar terhadap cobaan dan kesulitan, dan bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan.

Pengunjung

Kategori

Agenda

1 Juni
waktu : 07.00

Libur Idul Fitri 1439 H

2 Juni
waktu : 07.00

Pembagian Raport

9 Juli